Minggu, 21 April 2013

butterfly part III

Seperti kupu-kupu yang selalu mencari bunga terindah sebagai tempat hidupnya, aku juga seperti itu.. Aku ingat pesan ayah padaku sebelum Gian datang menjemputku dirumah..
"Nada?" terdengar suara ayah yang lebih lembut dari biasanya
"iya yah?" balasku
"Ayah ga pernah ngebatasin kamu deket sama siapa aja.. tapi ad hal penting yang harus selalu kamu inget ya sayaang... Laki-laki mengunakan logikanya lebih banyak dibanding perasaannya. Kamu jangan menganggap Gian memiliki perasaan yang lebih dari pada perasaan seorang teman.. "

aku, dalam hatiku yang berdebar karna tak siap dengan kenyataan terburuk membohongi ayah dengan sedikit celotehan kecil..

"iya yah.. Nada tau. Nada juga nganggep Gian temen ko."
ayah lalu memeluknya dan berkata
"mending kamu siapin hal terburuknya ya? jadi saat kamu nerima kneyataan buruk kamu gaakan sakit dan terluka parah banget.. kalo kamu berhayal diatas awan dan akhirnya tau kenyataan sebenarnya, kamu akan sakit dan trauma akan hal itu.."
 "iya makasih yah udah percaya aku" ucap Nada sambil membalas pelukan ayahnya..

Sekarang Nada mengerti.. Apa yang diucapkan ayahnya adalah suatu kebenaran yang mutlak..
"gian sudah memiliki  Pasangan nad!" itu kata2 yang selalu coba Nada tekankan beribu kali pada pikirannya..

to be continued..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar